Stories

Banyak hal yang membuat aku tak yakin dengan perasaan ini. Nampak begitu tinggi dan kokoh tembok yang memisahkan kita. Ehhh.. tapi harus bagaimana lagi ? Hati sedikitpun tak mau berhenti mencintaimu. Malam semakin larut saat sosok itu muncul bersama khayalanku. Lagi-lagi dia membawaku bersamanya menari-nari diatas khayalan, oh jangan bangunkan aku. Aku ingin tetap seperti ini. Aku tak mau kembali menangis sambil tertawa menatap wajahku yang penuh tanda tanya atas perasaanku. Aku ingin terus disini agar aku tetap bisa bersama dengannya tanpa keraguan dan tanpa penyesalan. Bulan tampak indah saat kami berdua berjalan menyusuri jalan-jalan kota yang tampak lenggang karena ini sudah hampir tengah malam.

Ketikaku tatap wajahnya senyum indah itu kembali merekah, uuh aku tak tau lagi bagaimana perasaan ku saat ini. Jika ini benar terjadi aku hanya berdoa agar malam ini tak pernah berganti siang.

Sejenak ku berhenti lalu ku pandangi seluruh tubuhnya mulai dari kaki sampai rambutnya yang disembunyikan dibalik jilbab biru yang membuat kecantikannya semakin terlihat apalagi saat dia tersenyum, hatiku berdesir tak beraturan.

Tiba-tiba dia berlari meninggalkanku, kukejar dia dengan sekuat tenaga. Aku tak ingin kehilangan dia. Memasuki lorong-lorong pengap bahkan berlari dikubangan air aku tak peduli terus dan terus ku kejar dia. Jantung ku berdetak semakin kencang. Hingga diujung lorong kulihat bidadariku duduk tersimpuh. Kupanggil-panggil sambil terusku mendekat, namun tak ada satu katapun yang keluar dari bibirnya yang indah, bahkan untuk sekedar senyum. Wajahnya terus tertunduk. Ku dekati dia ingin ku memeluknya namun aku tak punya kuasa, duduk aku di depannya ku angkat wajahnya menjauhi kegelapan. Oh Tuhanku dia menangis….. menangis terisak-isak aku tak sanggup untuk melihatnya. Tetes-tetes saljupun mulai turun membasahi pipiku. Ku rengkuh dia menuju tempat yang agak terang. Kududukkan dia dibangku, kini tak ada lagi senyum indahnya. Sepertinya jiwanya telah terbang bersama kelelawar-kelelawar malam itu. Kini tinggal tubuhnya yang terdiam. Aku pun hanya bisa terdiam dan tenggelam dalam penatnya pikirku.

Kembali dia berlari meninggalkanku sendiri akupun kembali mengejarnya namun kini bayangnya semakin menjauh, semakin menjauh hingga aku tak dapat lagi melihatnya. Bersama datanglah awan-awan hitam itu menebarkan kegelapan dikeseluruhan kota. Membuatku buta hingga setelah lama aku terdiam. Tampak setitik cahaya terang didepanku. Lalu akupun terbangun dan aku tau ini hanya mimpi……..

Tulis sebuah Komentar