BUS CINTA
Suatu hari dikisahkan ada seorang pemuda yang jatuh cinta dengan seorang gadis yang dia lihat setiap hari saat di dalam bus.
Setelah 3 bulan berjalan hanya dengan saling pandang pemuda tersebut (panggil Arief) berkenalan dengan gadis tersebut yang ternyata bernama Indah.
Setiap pagi dan siang saat Indah pulang sekolah (masih kelas 2 SMA) Arief dengan setia menunggu Indah agar bisa naik dalam satu bus yang sama.
Bulan demi bulan berganti cinta Arief kini tak dapat dibendung lagi. Hingga suatu ketika dia memberanikan diri untuk menggunkapkan poersaannya kepada Indah di dalam Bus Cinta.
“ Indah, bila matahari esok tidak lagi bersinar. Aku tak sedikitpun takut untuk tersenyum, karena sinar mentari masih kalah dengan sinar kecantikanmu.”
Indah yang mendengar kata – kata Arief hanya terdiam dan terlihat butiran – butiran air mata mulai membasahi pipinya. Bercampur dengan hiruk pikuk penumpang bus yang lain.
“ Indah, kenapa kamu diam? Ini adalah ungkapan perasaanku yang paling dalam. Sejak pertama kali aku melihatmu di bus ini aku jatuh cinta sama kamu!”
Dan Indah masih terdiam sambil mencoba menghapus air matanya yang semakin deras membanjiri pipinya.
“ Indah, percaya sama aku”
“Bukannya aku nggak percaya, Rif. Tapi…”
“Tapi kenapa ?”
Aku nggak bisa, aku selama ini cuma anggap kamu sebagai temen.”
Buspun berhenti di sebuah halte. Tanpa mengucapkan sepatah katapun Indah berlari turun dari bus.
Setelah peristiwa tersebut Arief tidak pernah lagi bertemu Indah. Hingga saat ini 5 tahun berlalu Arief masih naik bus yang sama setiap hari bahkan tak jarang Arief tidur di dalam bus.
Mau tanya kenapa Arief sellu naik bus yang sama setiap hari ?
Karena sampai saat ini dia masih bekerja sebagai kernet di bus itu. Makanya Indah nggak mau sama Arie.